Oleh:
Badriyah, S.Pd
Tahun
2026 menjadi momentum penting bagi HIMPAUDI untuk melakukan konsolidasi dan
perencanaan kegiatan yang lebih matang, terarah, dan berkelanjutan. Perencanaan
bukan sekadar menyusun agenda tahunan, tetapi menjadi fondasi strategis dalam
memperkuat peran guru PAUD nonformal sebagai garda terdepan pendidikan anak
usia dini. Dengan persiapan yang baik, setiap program yang dirancang diharapkan
mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Semangat
kebersamaan menjadi kunci utama dalam proses perencanaan kegiatan HIMPAUDI
tahun 2026. Seluruh pengurus dan anggota diharapkan terlibat aktif, saling
memberi masukan, serta menyatukan visi demi kemajuan organisasi. Musyawarah dan
diskusi menjadi ruang penting untuk menyelaraskan tujuan, sehingga setiap
langkah yang diambil benar-benar mencerminkan aspirasi bersama para pendidik
PAUD nonformal.
Perencanaan
kegiatan tahun 2026 juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas kompetensi guru
PAUD nonformal. Program pelatihan, workshop, dan penguatan kapasitas pendidik
menjadi prioritas utama agar guru semakin profesional, adaptif, dan mampu
menghadapi dinamika perkembangan anak serta tuntutan zaman. Dengan kompetensi
yang terus ditingkatkan, guru PAUD nonformal dapat memberikan layanan
pendidikan yang bermutu dan berdaya saing.
Di
tengah berbagai tantangan yang ada, HIMPAUDI tetap menunjukkan optimisme dan
kesiapan menghadapi perubahan. Tantangan baru di era digital, perubahan
kebijakan pendidikan, serta tuntutan administrasi yang semakin kompleks tidak
menjadi penghalang, melainkan motivasi untuk terus berbenah. Semangat belajar
dan beradaptasi menjadi modal penting dalam menghadapi tahun 2026 dengan lebih
percaya diri.
Salah
satu tantangan besar yang masih dihadapi hingga saat ini adalah belum diakuinya
secara penuh keberadaan Guru PAUD Nonformal dalam Undang-Undang Guru dan Dosen.
Kondisi ini tentu menjadi keprihatinan bersama, karena kontribusi guru PAUD
nonformal sangat besar dalam membangun fondasi karakter dan kecerdasan anak
bangsa sejak usia dini.
Meski
demikian, keterbatasan regulasi tidak menyurutkan semangat para guru PAUD
nonformal untuk terus mengabdi. Dengan ketulusan, dedikasi, dan keikhlasan,
para pendidik tetap menjalankan perannya sebagai pendidik, pengasuh, dan
teladan bagi anak-anak. Semangat pengabdian inilah yang menjadi kekuatan utama
HIMPAUDI dalam memperjuangkan eksistensi dan kesejahteraan anggotanya.
HIMPAUDI
melalui perencanaan kegiatan tahun 2026 juga berkomitmen untuk terus melakukan
advokasi dan memperjuangkan pengakuan hukum bagi guru PAUD nonformal. Upaya
dialog dengan pemangku kebijakan, penguatan jejaring organisasi, serta
penyampaian aspirasi secara konstruktif akan terus dilakukan sebagai bagian
dari perjuangan jangka panjang.
Selain
fokus pada advokasi, kegiatan HIMPAUDI tahun 2026 diharapkan mampu memperkuat
solidaritas dan rasa memiliki antaranggota. Kegiatan yang bersifat edukatif,
sosial, dan penguatan organisasi menjadi sarana untuk menjaga semangat
kebersamaan, sehingga para guru tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi
berbagai tantangan.
Dengan
perencanaan yang matang dan semangat yang terus dijaga, HIMPAUDI optimistis
mampu melahirkan program-program yang berdampak nyata bagi peningkatan mutu
PAUD nonformal. Setiap langkah kecil yang dilakukan secara konsisten diyakini
akan membawa perubahan besar bagi masa depan pendidikan anak usia dini di
Indonesia.
Akhirnya,
persiapan dan perencanaan kegiatan HIMPAUDI tahun 2026 menjadi bukti bahwa
keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melangkah. Dengan semangat juang yang
tinggi, kebersamaan yang kuat, dan komitmen yang kokoh, HIMPAUDI siap
menghadapi tantangan baru serta terus berkontribusi dalam mencerdaskan generasi
penerus bangsa, meskipun pengakuan formal belum sepenuhnya terwujud.
Penulis Adalah wakil Bendahara PD HIMPAUDI Bojonegoro 2024-2028