Minggu, 08 Februari 2026

Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro Hadiri Rakercab I HIMPAUDI Kecamatan Sekar

 


Magetan – Pengurus Daerah (PD) HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro menghadiri Rapat Kerja Cabang (Rakercab) ke-I HIMPAUDI Kecamatan Sekar yang digelar di Magetan Park pada Sabtu, 8 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyusun arah kebijakan serta program kerja organisasi HIMPAUDI Kecamatan Sekar agar lebih terarah dan berkelanjutan.

Rakercab dihadiri oleh perwakilan PD HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro, yakni Sekretaris PD HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro, Ibu Gunarsi, serta Ibu Ayu Novita Sari dari Bidang Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi (Kesosek). Kehadiran pengurus daerah tersebut merupakan bentuk dukungan sekaligus penguatan terhadap soliditas organisasi HIMPAUDI di tingkat kecamatan.

Dalam sambutannya, Ibu Gunarsi menyampaikan pesan Ketua PD HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro, Ibu Siti Erwiyanti, S.Pd.I.,M.Pd. Beliau mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Rakercab I HIMPAUDI Kecamatan Sekar. “Kami berharap Rakercab ini menjadi awal langkah yang baik dan membawa HIMPAUDI Kecamatan Sekar menjadi organisasi yang semakin maju dan lebih baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa HIMPAUDI merupakan organisasi profesi yang harus dibangun atas dasar persatuan yang kuat. Persatuan tersebut menjadi modal utama dalam mencapai tujuan HIMPAUDI, yaitu memperjuangkan pendidik PAUD agar disetarakan, disejahterakan, diakui, dan mendapatkan perhatian yang layak dari berbagai pihak. Tanpa kebersamaan dan kekuatan organisasi, HIMPAUDI akan mudah diabaikan. Oleh karena itu, diperlukan penyatuan visi, misi, dan tujuan agar organisasi mampu tampil kuat dan diperhitungkan.

Masih dalam sambutannya, Ibu Gunarsi menegaskan bahwa tema yang diangkat dalam Rakercab kali ini sangat relevan dan strategis, yaitu “Memperkuat Sinergitas Wujudkan Visi dan Misi HIMPAUDI Efektif dan Terarah.” Menurutnya, tema tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah panggilan aksi bagi seluruh pegiat PAUD.

“Sinergitas adalah kunci utama kita dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan anak usia dini. Diperlukan kerja sama yang solid, baik secara internal antar pengurus dan anggota, maupun secara eksternal dengan berbagai mitra, agar visi dan misi organisasi dapat terwujud secara efektif dan terarah,” tutur Ibu Gunarsi.

Beliau juga menekankan bahwa Rakercab merupakan wadah strategis untuk menyamakan persepsi, merumuskan program kerja yang inovatif, serta memastikan setiap langkah organisasi selaras dengan tujuan utama HIMPAUDI. Kepada seluruh peserta, beliau mengajak agar momentum Rakercab dimanfaatkan sebaik mungkin untuk berdiskusi secara produktif, berbagi ide, dan menghasilkan keputusan terbaik. manfaatkan Rakercab ini sebagai ruang bersama untuk memperkuat komitmen dan kebersamaan, demi membawa HIMPAUDI Kecamatan Sekar menjadi organisasi yang lebih kuat dan memberikan dampak positif bagi generasi penerus di Kecamatan Sekar,” pesannya.

Adapun hasil Rakercab I HIMPAUDI Kecamatan Sekar difokuskan pada penguatan kelembagaan, salah satunya dengan mendorong pengurusan Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) bagi yayasan penyelenggara satuan pendidikan PAUD di wilayah Kecamatan Sekar. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan legalitas, tata kelola, serta keberlanjutan lembaga PAUD di wilayah tersebut.Dengan semangat sinergitas dan komitmen bersama, HIMPAUDI Kecamatan Sekar optimis mampu mewujudkan cita-cita mulia organisasi demi peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.

Kegiatan kemudian ditutup dengan outbond bersama yang berlangsung meriah. Selain menjadi sarana penyegaran, aktivitas ini juga mempererat kekompakan antar pengurus. Dengan terselenggaranya rapat kerja ini, diharapkan Pengurus Cabang HIMPAUDI Kecamatan Sekar semakin solid, profesional, dan siap menjalankan program-program yang berdampak positif bagi kemajuan PAUD nonformal.

Kamis, 29 Januari 2026

Tetap maksimal, Pengurus Wilayah HIMPAUDI Jawa Timur undang seluruh PD HIMPAUDI Kab/Kota secara daring bahas percepatan terbit Kartu Tanda Anggota (KTA) HIMPAUDI

 

Ketua Pengurus Daerah (PD) HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro, Siti Erwiyanti, menghadiri undangan kegiatan Koordinasi Percepatan Penerbitan Kartu Tanda Anggota (KTA) yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah (PW) HIMPAUDI Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada hari Rabu, 28 Januari 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan koordinasi ini diikuti oleh seluruh perwakilan PD HIMPAUDI kabupaten/kota se-Jawa Timur. Agenda ini bertujuan untuk menyamakan persepsi serta mempercepat proses penerbitan KTA sebagai identitas resmi anggota HIMPAUDI di seluruh wilayah Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PD HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro, Siti Erwiyanti, mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan komitmen. Kehadiran beliau menunjukkan keseriusan PD HIMPAUDI Bojonegoro dalam mendukung program strategis organisasi, khususnya dalam hal penataan administrasi keanggotaan.

Acara koordinasi ini dipimpin langsung oleh Ketua PW HIMPAUDI Provinsi Jawa Timur, Bapak Galih Waskito. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya percepatan penerbitan KTA sebagai bagian dari penguatan organisasi yang tertib administrasi dan profesional.

Bapak Galih Waskito menyampaikan agar admin PD HIMPAUDI yang bertugas dapat lebih proaktif dan sigap dalam melaksanakan tugas percepatan penerbitan KTA. Menurutnya, peran admin sangat strategis dalam memastikan kelancaran dan keakuratan data anggota di masing-masing daerah. Lebih lanjut, beliau mengarahkan agar admin PD HIMPAUDI segera menginventarisasi berbagai permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam proses pendataan anggota. Hal ini penting agar setiap hambatan dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi secara bersama-sama.

Selain itu, PW HIMPAUDI Jawa Timur juga meminta agar PD HIMPAUDI menyiapkan data anggota secara rinci, baik yang sudah terdaftar maupun yang belum terdaftar dalam sistem. Pendataan yang lengkap dan terstruktur diharapkan mampu mempercepat proses penerbitan KTA.


Menurut Ketua PW HIMPAUDI Jawa Timur, data yang disiapkan harus bersifat konkret dan akuntabel. Dengan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan, organisasi akan memiliki basis informasi yang kuat untuk perencanaan program dan advokasi ke depan.

Menanggapi arahan tersebut, Ketua PD HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti hasil koordinasi. PD HIMPAUDI Bojonegoro berkomitmen untuk memperkuat koordinasi internal, khususnya dengan para admin, guna mempercepat pendataan anggota.

Melalui kegiatan koordinasi ini, diharapkan proses penerbitan KTA HIMPAUDI di Jawa Timur dapat berjalan lebih cepat, tertib, dan akurat. Hal ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat eksistensi dan profesionalisme HIMPAUDI sebagai organisasi pendidik anak usia dini di Indonesia.


Senin, 19 Januari 2026

HIMPAUDI BOJONEGORO NGUNDUH MANTU

 

Keluarga besar Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Bojonegoro turut berbahagia dalam acara ngunduh mantu yang penuh khidmat dan kebersamaan. Momen istimewa ini menjadi bagian dari rangkaian pernikahan salah satu keluarga besar HIMPAUDI yang berlangsung dengan lancar dan penuh makna.

Pengantin wanita dalam acara tersebut adalah Fitria Anugrahini, putri dari Bapak Sigit Purwoyo yang menjabat sebagai Kanit Intel Polsek Padas dan Ibu Rukmiati selaku Ketua Pengurus Cabang HIMPAUDI Kecamatan Margomulyo. Sementara itu, pengantin pria adalah Rico Ardiansah, putra dari Bapak Yahya dan Ibu Sri Utami.

Prosesi akad nikah telah dilaksanakan pada hari Senin, 19 Januari 2026, bertempat di Masjid Samin Baitul Muttaqin. Akad berlangsung dengan suasana sakral, tertib, dan penuh doa, disaksikan oleh keluarga, kerabat, serta para undangan.

Setelah prosesi akad nikah, acara dilanjutkan dengan resepsi pernikahan yang digelar di kediaman mempelai wanita, tepatnya di Dusun Kalimojo RT 01 RW 01 Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. Resepsi berlangsung meriah namun tetap sederhana dan hangat.

Kehadiran keluarga besar HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro menambah semarak suasana. Para pengurus dan anggota tampak hadir memberikan doa restu, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar sesama pendidik PAUD di wilayah Bojonegoro.


        Dalam kesempatan tersebut, melalui Anggota Bidang Organisasi Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro, Ibu Siti Erwiyanti, menyampaikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Beliau mendoakan agar pasangan pengantin senantiasa diberikan kebahagiaan dalam mengarungi bahtera rumah tangga.“Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dan segera melahirkan kader-kader HIMPAUDI Bojonegoro,” ujar Ibu Siti Erwiyanti dalam sambutannya. Ucapan tersebut disampaikan dengan penuh kehangatan dan keakraban. Spontan, pernyataan tersebut mengundang tawa serta tepuk tangan meriah dari para tamu undangan yang hadir. Suasana pun semakin cair, mencerminkan kedekatan dan kekeluargaan yang kuat di lingkungan HIMPAUDI.

Acara resepsi berlangsung dengan tertib hingga akhir, diisi dengan ramah tamah, doa bersama, serta ungkapan selamat dari para undangan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan solidaritas terus terjaga di antara keluarga besar HIMPAUDI Bojonegoro.

Acara ngunduh mantu ditutup dengan salam pamit pulang dan sesi foto bersama antara kedua mempelai, keluarga, serta para tamu undangan. Momen kebersamaan ini diharapkan menjadi kenangan indah sekaligus awal perjalanan baru bagi kedua mempelai dalam membangun keluarga yang harmonis.

Top of Form

 

Rabu, 14 Januari 2026

TAHUN 2026 PERKUAT SOLIDARITAS DAN RASA MEMILIKI

 

Oleh: Badriyah, S.Pd

Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi HIMPAUDI untuk melakukan konsolidasi dan perencanaan kegiatan yang lebih matang, terarah, dan berkelanjutan. Perencanaan bukan sekadar menyusun agenda tahunan, tetapi menjadi fondasi strategis dalam memperkuat peran guru PAUD nonformal sebagai garda terdepan pendidikan anak usia dini. Dengan persiapan yang baik, setiap program yang dirancang diharapkan mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Semangat kebersamaan menjadi kunci utama dalam proses perencanaan kegiatan HIMPAUDI tahun 2026. Seluruh pengurus dan anggota diharapkan terlibat aktif, saling memberi masukan, serta menyatukan visi demi kemajuan organisasi. Musyawarah dan diskusi menjadi ruang penting untuk menyelaraskan tujuan, sehingga setiap langkah yang diambil benar-benar mencerminkan aspirasi bersama para pendidik PAUD nonformal.

Perencanaan kegiatan tahun 2026 juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas kompetensi guru PAUD nonformal. Program pelatihan, workshop, dan penguatan kapasitas pendidik menjadi prioritas utama agar guru semakin profesional, adaptif, dan mampu menghadapi dinamika perkembangan anak serta tuntutan zaman. Dengan kompetensi yang terus ditingkatkan, guru PAUD nonformal dapat memberikan layanan pendidikan yang bermutu dan berdaya saing.

Di tengah berbagai tantangan yang ada, HIMPAUDI tetap menunjukkan optimisme dan kesiapan menghadapi perubahan. Tantangan baru di era digital, perubahan kebijakan pendidikan, serta tuntutan administrasi yang semakin kompleks tidak menjadi penghalang, melainkan motivasi untuk terus berbenah. Semangat belajar dan beradaptasi menjadi modal penting dalam menghadapi tahun 2026 dengan lebih percaya diri.

Salah satu tantangan besar yang masih dihadapi hingga saat ini adalah belum diakuinya secara penuh keberadaan Guru PAUD Nonformal dalam Undang-Undang Guru dan Dosen. Kondisi ini tentu menjadi keprihatinan bersama, karena kontribusi guru PAUD nonformal sangat besar dalam membangun fondasi karakter dan kecerdasan anak bangsa sejak usia dini.

Meski demikian, keterbatasan regulasi tidak menyurutkan semangat para guru PAUD nonformal untuk terus mengabdi. Dengan ketulusan, dedikasi, dan keikhlasan, para pendidik tetap menjalankan perannya sebagai pendidik, pengasuh, dan teladan bagi anak-anak. Semangat pengabdian inilah yang menjadi kekuatan utama HIMPAUDI dalam memperjuangkan eksistensi dan kesejahteraan anggotanya.

HIMPAUDI melalui perencanaan kegiatan tahun 2026 juga berkomitmen untuk terus melakukan advokasi dan memperjuangkan pengakuan hukum bagi guru PAUD nonformal. Upaya dialog dengan pemangku kebijakan, penguatan jejaring organisasi, serta penyampaian aspirasi secara konstruktif akan terus dilakukan sebagai bagian dari perjuangan jangka panjang.

Selain fokus pada advokasi, kegiatan HIMPAUDI tahun 2026 diharapkan mampu memperkuat solidaritas dan rasa memiliki antaranggota. Kegiatan yang bersifat edukatif, sosial, dan penguatan organisasi menjadi sarana untuk menjaga semangat kebersamaan, sehingga para guru tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan.

Dengan perencanaan yang matang dan semangat yang terus dijaga, HIMPAUDI optimistis mampu melahirkan program-program yang berdampak nyata bagi peningkatan mutu PAUD nonformal. Setiap langkah kecil yang dilakukan secara konsisten diyakini akan membawa perubahan besar bagi masa depan pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Akhirnya, persiapan dan perencanaan kegiatan HIMPAUDI tahun 2026 menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melangkah. Dengan semangat juang yang tinggi, kebersamaan yang kuat, dan komitmen yang kokoh, HIMPAUDI siap menghadapi tantangan baru serta terus berkontribusi dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa, meskipun pengakuan formal belum sepenuhnya terwujud.

 Penulis Adalah wakil Bendahara PD HIMPAUDI Bojonegoro 2024-2028

Kamis, 11 Desember 2025

Dukung pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha produktif, IDFos Indonesia Undang Ketua HIMPAUDI Bojonegoro

 

Acara Rembug Evaluasi Program Muda Karya Sejahtera melalui Usaha Muda Mandiri Berdikari (WISMANDI) Tahun 2025 yang diprakarsai oleh PT Pertamina EP Cepu Zona 12 dan difasilitasi oleh IDFoS Indonesia berlangsung dengan lancar dan produktif. Kegiatan ini dilaksanakan di Javanila Cafe and Resto (11/12/2025) dan menjadi ajang evaluasi sekaligus ruang kolaborasi antara berbagai pihak untuk memperkuat implementasi program pemberdayaan pemuda berbasis ekonomi dan wisata edukatif di Desa Sendangharjo.

Dalam sambutannya, perwakilan Pertamina EP Cepu Zona 12 menyampaikan bahwa program WISMANDI telah menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha produktif yang dikelola oleh pemuda desa. Program ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga mengintegrasikan unsur edukasi, lingkungan, dan kreativitas sebagai kekuatan utama.

Forum rembug ini dihadiri oleh sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Peternakan yang memberikan perhatian khusus terhadap rencana pengembangan wisata edukasi di kandang ayam BUMDes. Mereka menilai bahwa kunjungan dalam jumlah besar berpotensi menimbulkan stres pada ayam, yang dapat berdampak pada kesehatan ternak dan menurunkan produktivitas telur. Karena itu, pendekatan teknis dan operasional harus diperhitungkan secara matang.

Untuk menjawab potensi risiko tersebut, Dinas Peternakan mengusulkan pembangunan kandang ayam terintegrasi, yaitu fasilitas khusus yang dipersiapkan sebagai lokasi pembelajaran bagi pengunjung. Kandang ini dirancang terpisah dari kandang produksi utama, sehingga kunjungan wisata edukasi tetap dapat dilaksanakan tanpa mengganggu kenyamanan dan produktivitas ribuan ayam petelur milik BUMDes. Usulan ini mendapat sambutan positif dari peserta rembug.

Selain masukan dari sektor peternakan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) Bojonegoro juga turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi atas capaian Program WISMANDI 2025. Menurut mereka, Desa Sendangharjo memiliki keunggulan kompetitif karena mampu mengintegrasikan tiga sektor sekaligus—agrowisata, peternakan, dan pengelolaan maggot serta sampah terpadu—yang jarang dimiliki desa lain. Hal ini dinilai menjadi modal kuat untuk mewujudkan Sendangharjo sebagai “Desa Wisata Edukatif”.

DISBUDPAR menegaskan bahwa untuk mencapai standar “Desa Wisata” yang terkurasi, diperlukan pendampingan lanjutan terutama pada aspek peternakan dan perkebunan. Mereka menyoroti pentingnya peningkatan SOP kunjungan, keamanan rombongan, serta kualitas edukasi agar sesuai dengan kebutuhan siswa dari berbagai tingkat sekolah. Standar operasional yang jelas akan mempermudah pengelolaan arus pengunjung di masa mendatang.

Kebersihan menjadi perhatian utama DISBUDPAR, mengingat mayoritas pengunjung wisata edukasi berasal dari kalangan siswa PAUD, TK, dan SD. Mereka menekankan pentingnya menjaga sanitasi kandang, kebun, titik kegiatan, serta area publik. DISBUDPAR mendorong penerapan SOP kebersihan pada seluruh zona edukasi, termasuk penyediaan fasilitas cuci tangan, jalur aman, serta area istirahat yang teratur untuk menciptakan kenyamanan bagi peserta didik.

DISBUDPAR juga menyinggung pentingnya manajemen pengunjung dan pengelolaan pemandu wisata, terutama ketika menerima rombongan besar. Sistem rotasi, pembagian zona belajar, dan estimasi durasi kunjungan perlu dirancang dengan baik agar seluruh kegiatan tetap berjalan lancar. Pada sektor agrowisata, mereka mengingatkan perlunya materi edukasi alternatif ketika tanaman tidak berbuah, seperti pembibitan atau teknik mencangkok modern.

Dari sisi kreativitas, DISBUDPAR mengusulkan agar anak-anak tidak hanya membawa pulang produk mentah, tetapi juga hasil praktik seperti melukis cangkang telur, membuat telur asin sederhana, atau memasak omelet. Aktivitas seperti ini dinilai mampu memperkaya pengalaman belajar dan memberi nilai tambah yang lebih bermakna bagi siswa.

Siti Erwiyanti Ketua Pengurus Daerah HIMPAUDI Bojonegoro turut hadir Bersama Anggota Bidang Organisasi Nur Hasanah, Siti Erwiyanti juga memberikan masukan terkait penguatan konten edukatif untuk anak usia dini. HIMPAUDI menilai bahwa seluruh tema pembelajaran PAUD sangat relevan untuk diterapkan di kawasan Agroeduwisata Sendangharjo. Mereka mengusulkan penyediaan lahan khusus untuk praktik menanam tanaman berusia pendek, strategi promosi yang terkoordinasi dengan kecamatan, serta penyediaan konten edukasi yang variatif untuk jenjang PAUD, TK, hingga SD. Masukan ini diharapkan mampu memperkaya konsep wisata edukasi yang sedang dikembangkan.

Siti Erwiyanti memberikan masukan kepada IDFos Indonesia

Di akhir kegiatan, seluruh peserta sepakat melanjutkan evaluasi dan perbaikan program WISMANDI secara berkala, sekaligus memperkuat kerja sama lintas sektor agar manfaat program semakin besar bagi masyarakat. Rembug ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dapat mempercepat terwujudnya desa yang mandiri, berdaya saing, dan berorientasi pada pengembangan pemuda.