Selasa, 21 April 2026

MAKNA MENDALAM DIBALIK TAMPILAN KARTINI PEJUANG PEREMPUAN

 


SITI ERWIYANTI, S.Pd.I.,M.Pd.

(Ketua PD HIMPAUDI Bojonegoro)

Busana yang dikenakan oleh Ibu Kita Kartini bukan sekadar pilihan estetika, melainkan simbol yang sarat makna filosofis. Setiap unsur—dari jarik, kebaya, hingga sanggul—merepresentasikan nilai-nilai kehidupan perempuan Jawa pada zamannya. Di balik kesederhanaannya, tersimpan pesan tentang identitas, keteguhan, dan perjuangan yang melampaui batas ruang dan waktu.

Jarik yang dikenakan Kartini melambangkan keterikatan pada tradisi dan akar budaya. Motif-motif batik yang menghiasi jarik bukan hanya hiasan, tetapi mengandung filosofi tentang kehidupan, harapan, dan harmoni. Cara melilitkan jarik yang rapi mencerminkan keteraturan dan kesabaran, dua sifat yang sangat dijunjung tinggi dalam budaya Jawa.

Lebih dari itu, jarik juga menjadi simbol pembatas gerak yang sarat makna. Meskipun tampak membatasi langkah, justru di situlah tersimpan pesan tentang kemampuan perempuan untuk tetap berkarya dan berpikir luas dalam keterbatasan. Kartini menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak harus membatasi kebebasan intelektual.

Kebaya yang dikenakan Kartini menggambarkan kelembutan dan keanggunan perempuan. Dengan potongan yang sederhana namun elegan, kebaya mencerminkan kesederhanaan yang tidak menghilangkan martabat. Kartini mengenakan kebaya sebagai bentuk penerimaan terhadap identitasnya, sekaligus sebagai pernyataan bahwa perempuan bisa kuat tanpa kehilangan sisi lembutnya.

Selain itu, kebaya juga menjadi simbol keterbukaan. Berbeda dengan pakaian yang tertutup rapat, kebaya memiliki desain yang lebih ringan dan terbuka, mencerminkan pikiran Kartini yang progresif dan terbuka terhadap perubahan. Ia tidak menolak tradisi, tetapi mengolahnya menjadi sarana untuk menyuarakan gagasan baru.

Sanggul di kepala Kartini memiliki makna kedewasaan dan tanggung jawab. Dalam budaya Jawa, sanggul bukan sekadar penataan rambut, tetapi simbol kesiapan seorang perempuan dalam menjalani perannya di masyarakat. Kartini, dengan sanggulnya, menunjukkan bahwa ia siap memikul tanggung jawab sebagai agen perubahan.

Bentuk sanggul yang terikat rapi juga melambangkan pengendalian diri. Rambut yang disusun dengan tertib menggambarkan pikiran yang teratur dan emosi yang terkendali. Ini mencerminkan kepribadian Kartini yang tenang namun penuh kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Ketiga elemen busana ini—jarik, kebaya, dan sanggul—menciptakan harmoni antara tradisi dan pemikiran modern. Kartini tidak meninggalkan budayanya, melainkan menjadikannya sebagai fondasi untuk melangkah maju. Busana tersebut menjadi bukti bahwa perubahan tidak selalu harus berarti meninggalkan akar.

Dalam konteks perjuangan emansipasi, busana Kartini juga menjadi simbol perlawanan yang halus. Ia tidak melakukan pemberontakan secara fisik, tetapi melalui pemikiran dan sikap. Dengan tetap mengenakan pakaian tradisional, Kartini menunjukkan bahwa modernitas bisa tumbuh dari dalam budaya itu sendiri.

Pada akhirnya, filosofi busana Kartini mengajarkan bahwa identitas, kekuatan, dan perjuangan bisa berjalan beriringan. Jarik mengajarkan kesabaran, kebaya melambangkan keanggunan dan keterbukaan, sementara sanggul mencerminkan kedewasaan dan tanggung jawab. Keseluruhan busana tersebut menjadi cerminan jiwa Kartini—teguh, bijaksana, dan visioner.

Selasa, 07 April 2026

Dukung komitmen, transparansi dan akuntabilitas Ketua PD HIMPAUDI Bojonegoro hadiri Monitoring dan evaluasi dana BOSP

 

Ketua Pengurus Daerah HIMPAUDI Bojonegoro, Bunda Siti Erwiyanti, turut serta dalam kegiatan pendampingan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun Anggaran 2026 pada hari selasa 07 April 2026 di Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya pengawasan serta pembinaan terhadap pengelolaan dana pendidikan di satuan PAUD.

Kehadiran Bunda Siti Erwiyanti dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen HIMPAUDI dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan. Pendampingan ini juga menjadi sarana untuk memberikan arahan dan penguatan kepada lembaga agar lebih tertib dalam administrasi.
Dalam keterangannya, Bunda Siti Erwiyanti menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi ini memiliki tujuan utama untuk memastikan bahwa dana BOSP telah terserap dengan baik. Penyerapan dana yang optimal menjadi indikator penting dalam keberhasilan pelaksanaan program di satuan pendidikan.
Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya memastikan bahwa dana telah tersalurkan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Proses penyaluran yang tepat akan mendukung kelancaran operasional lembaga pendidikan secara keseluruhan.
Tidak hanya itu, penggunaan dana juga menjadi fokus utama dalam kegiatan monitoring ini. Dana yang diterima diharapkan benar-benar dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan operasional dan program yang telah direncanakan oleh lembaga.
Bunda Siti Erwiyanti juga mengingatkan bahwa setiap penggunaan dana harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Hal ini mencakup kelengkapan bukti transaksi serta kesesuaian antara perencanaan dan realisasi anggaran.
Lebih lanjut, pelaporan penggunaan dana menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Laporan yang disusun harus akurat, transparan, dan disampaikan tepat waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan seluruh satuan PAUD di Bojonegoro dapat semakin meningkatkan kualitas pengelolaan dana BOSP. Dengan pengelolaan yang baik, manfaat dana tersebut diharapkan dapat dirasakan secara maksimal oleh peserta didik dan seluruh warga satuan pendidikan.


Minggu, 05 April 2026

Ikuti halal Bihalal virtual, Ketua PD HIMPAUDI Bojonegoro: Manfaatkan tekhnologi dan jarak bukan penghalang


Ketua Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro bersama sekretaris mengikuti kegiatan Halal Bi Halal yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah HIMPAUDI Jawa Timur melalui Zoom Meeting pada tanggal 05 April 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti oleh berbagai pengurus dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Kegiatan Halal Bi Halal ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antar pengurus HIMPAUDI setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Meskipun dilaksanakan secara daring, suasana kebersamaan dan kekeluargaan tetap terasa hangat di antara seluruh peserta yang hadir.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Popo Betty Nur Aini selaku Ketua Pengurus Pusat HIMPAUDI yang memberikan sambutan serta arahan kepada seluruh peserta. Kehadiran beliau memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh pengurus daerah untuk terus berkontribusi dalam memajukan organisasi.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Pembina PW HIMPAUDI Jawa Timur, Bapak Imam Mahmud, yang turut memberikan pesan-pesan penuh makna. Beliau menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, memperkuat sinergi, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Siti Erwiyanti menyampaikan bahwa jarak bukanlah penghalang bagi siapa saja yang ingin saling bermaaf-maafan. Menurut beliau, kemajuan teknologi saat ini memungkinkan silaturahmi tetap terjalin dengan baik tanpa harus bertatap muka secara langsung.

Lebih lanjut, beliau juga mengajak seluruh pengurus untuk memanfaatkan momen Halal Bi Halal ini sebagai sarana memperkuat hubungan emosional dan profesional antar anggota organisasi. Kebersamaan yang terjalin diharapkan mampu meningkatkan semangat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah singkat yang memberikan pencerahan dan penguatan spiritual bagi seluruh peserta. Nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, dan kebersamaan menjadi poin penting yang disampaikan dalam rangka mengambil hikmah dari bulan suci Ramadan.

Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan dapat meraih ridho Allah SWT serta membawa semangat baru dalam menjalankan aktivitas ke depan. Halal Bi Halal tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah islamiyah di antara sesama pengurus HIMPAUDI.

Semangat saling memaafkan dan kebersamaan yang tercipta diharapkan terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam lingkungan organisasi maupun di tengah masyarakat, nilai-nilai tersebut menjadi landasan dalam membangun hubungan yang harmonis.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan HIMPAUDI semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan anak usia dini. Sinergi antar pengurus dari berbagai tingkatan menjadi kunci dalam mewujudkan visi dan misi organisasi ke depan.

Jumat, 27 Maret 2026

Siap menghadapi tantangan pendidikan di tahun 2026, Dinas Pendidikan adakan Pembinaan

 


Bojonegoro, Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro berlangsung dengan lancar dan penuh antusias. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2026 bertempat di Aula Lantai 1 Dinas Pendidikan Bojonegoro. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pendidik dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Bojonegoro.

Kegiatan pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, sekaligus memberikan penguatan terhadap kebijakan dan program pendidikan yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Para peserta tampak serius mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah disusun oleh panitia penyelenggara.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, M. Anwar Muktadho, dalam sambutannya menyampaikan beberapa informasi penting yang menjadi perhatian bersama. Ia menekankan pentingnya peran pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas dan berkarakter.

Salah satu poin utama yang disampaikan adalah terkait informasi penghargaan Adiwiyata tahun 2026. Program ini diharapkan mampu mendorong sekolah-sekolah untuk lebih peduli terhadap lingkungan hidup, serta menciptakan budaya bersih dan sehat di lingkungan pendidikan.

Selain itu, Kepala Dinas juga menjelaskan mengenai agenda pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD hingga SMP tahun 2026. Ia berharap pelaksanaan TKA dapat berjalan dengan baik, objektif, dan mampu menjadi tolok ukur peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bojonegoro.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan pentingnya kesiapan sekolah, baik dari sisi administrasi maupun teknis pelaksanaan TKA. Koordinasi yang baik antar pihak terkait dinilai menjadi kunci suksesnya kegiatan tersebut.

Kegiatan pembinaan ini juga dihadiri oleh Ketua Pengurus Daerah HIMPAUDI, Siti Erwiyanti, bersama Sekretaris. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen HIMPAUDI dalam mendukung peningkatan kualitas pendidik, khususnya di jenjang pendidikan anak usia dini.

PD HIMPAUDI Foto Bersama Sekretaris Dinas, Kabid PTK dan Kabid peningkatan mutu PAUD dan PNF 
Dinas Pendidikan Bojonegoro

Siti Erwiyanti menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pembinaan seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan para pendidik di lapangan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi serta menyampaikan berbagai masukan terkait pelaksanaan program pendidikan dari seluruh unsur terundang.

Dengan adanya kegiatan pembinaan ini, diharapkan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di Kabupaten Bojonegoro semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di tahun 2026. Semangat kolaborasi dan peningkatan mutu diharapkan terus terjaga demi kemajuan dunia pendidikan yang lebih baik.


Senin, 23 Maret 2026

Silaturrahim di hari raya Idul Fitri, bukan hanya sekedar tradisi

 

Hangat, ketua PD HIMPAUDI sungkem pada Bupati dan Bunda PAUD Bojonegoro

Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan secara penuh oleh Ketua Pengurus Daerah (PD) HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro, Siti Erwiyanti, bersama jajaran pengurus lainnya untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat hubungan kelembagaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi tahunan yang sarat makna, yakni saling bermaafan dan menjalin kembali komunikasi yang hangat setelah menjalani bulan suci Ramadan.

Dalam suasana Lebaran yang penuh kebahagiaan, Siti Erwiyanti memimpin langsung agenda silaturahmi dengan mengunjungi berbagai tokoh penting dan stakeholder yang memiliki peran strategis dalam pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana memperkuat sinergi dan kolaborasi.

Kunjungan pertama dilakukan ke Rumah Dinas Bupati Bojonegoro. Bertemu dengan Bupati, Wakil Bupati dan Bunda PAUD, Ketua PD HIMPAUDI bersama rombongan disambut hangat dan penuh kekeluargaan. Suasana penuh keakraban tampak dalam pertemuan tersebut, mencerminkan hubungan harmonis antara organisasi profesi dengan pemerintah daerah.

Silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah terhadap kemajuan PAUD di Kabupaten Bojonegoro. Selain itu, juga menjadi ajang bertukar pikiran mengenai penguatan kualitas pendidikan anak usia dini ke depan.

Momen hangat saat silaturrahim di kediaman Kabid Peningkatan mutu PAUD dan PNF

Tidak berhenti di situ, agenda silaturahmi berlanjut ke kediaman Kepala Bidang Peningkatan Mutu PAUD dan PNF. Dalam kunjungan tersebut, suasana hangat dan penuh kekeluargaan kembali terasa, memperlihatkan eratnya hubungan kerja yang telah terjalin selama ini.

Ketua PD HIMPAUDI juga menyempatkan diri berkunjung ke kediaman para Kepala Seksi (Kasi) PAUD dari masa ke masa. Hal ini menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap kontribusi para pejabat yang telah berperan dalam perkembangan PAUD di Bojonegoro.

Kunjungan juga dilakukan kepada Kasi Peningkatan Mutu PAUD dan PNF yang baru. Momen ini dimanfaatkan sebagai ajang perkenalan sekaligus membangun komunikasi awal yang positif demi kelancaran program-program ke depan.


Selain itu, silaturahmi turut dilakukan ke kediaman salah satu stakeholder penting HIMPAUDI, yakni Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan legislatif terhadap program-program pendidikan anak usia dini.

Foto Bersama Waka DPRD Bojongoro saat silaturrahim di kediaman beliau

Seluruh rangkaian kunjungan ini dilaksanakan pada hari yang berbeda selama momen Lebaran. Hal ini dilakukan agar setiap silaturahmi dapat berlangsung dengan maksimal dan penuh makna, tanpa terburu-buru.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara HIMPAUDI dengan berbagai pihak terkait. Sinergi yang baik diyakini akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan PAUD di Kabupaten Bojonegoro. Siti Erwiyanti menyampaikan bahwa silaturahmi di hari raya bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan anak usia dini. Ia berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga dan membawa keberkahan bagi semua pihak.