Sabtu, 01 Agustus 2026

Belajar Ketangguhan dari Lereng Merapi: Refleksi Pengabdian Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro


Pada tanggal 1 Agustus 2026, Ketua Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro, Siti Erwiyanti, mengajak seluruh jajaran pengurus melakukan kunjungan edukatif ke Museum Sisa Hartaku yang berada di lereng Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini bukan sekadar menjadi agenda wisata sejarah, melainkan bagian dari upaya membangun karakter kepemimpinan, memperkuat kebersamaan organisasi, serta menumbuhkan rasa syukur atas setiap nikmat kehidupan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Sesampainya di Museum Sisa Hartaku, rombongan disambut dengan berbagai benda yang menjadi saksi dahsyatnya erupsi Gunung Merapi. Berbagai perabot rumah tangga, kendaraan, hingga benda-benda pribadi yang hangus diterjang awan panas masih tersimpan sebagai pengingat bahwa bencana alam dapat mengubah kehidupan manusia dalam waktu yang sangat singkat. Suasana hening menyelimuti setiap langkah pengurus ketika menyaksikan bukti nyata dari dahsyatnya letusan tersebut.

Di sela-sela kunjungan, Siti Erwiyanti mengajak seluruh pengurus untuk tidak hanya melihat benda-benda bersejarah, tetapi juga merenungkan makna di balik setiap kisah yang tersimpan di museum itu. Menurutnya, setiap musibah selalu menyimpan pelajaran berharga tentang keteguhan hati, keikhlasan menerima takdir, serta semangat untuk bangkit kembali setelah mengalami kehilangan yang begitu besar.

Beliau menyampaikan bahwa masyarakat di sekitar Gunung Merapi telah memberikan teladan luar biasa tentang arti ketangguhan. Meskipun pernah kehilangan rumah, harta benda, bahkan mata pencaharian akibat letusan gunung, mereka mampu bangkit dengan penuh optimisme. Semangat tersebut menjadi inspirasi bagi para pengurus HIMPAUDI untuk terus berjuang menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan organisasi maupun memajukan pendidikan anak usia dini.
Setelah menyelesaikan kunjungan di Museum Sisa Hartaku, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Petilasan Mbah Marijan, sosok yang dikenal luas sebagai juru kunci Gunung Merapi. Di tempat tersebut, para pengurus memperoleh penjelasan mengenai perjalanan hidup Mbah Marijan yang dikenal sebagai pribadi sederhana, teguh memegang amanah, serta memiliki dedikasi tinggi terhadap tugas yang diembannya. Kisah pengabdiannya menjadi inspirasi bahwa setiap amanah, sekecil apa pun, harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan kesetiaan.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Bunker Kaliadem, salah satu lokasi bersejarah yang menjadi saksi dahsyatnya erupsi Gunung Merapi. Di tempat ini, para pengurus menyaksikan secara langsung bunker perlindungan yang dibangun sebagai tempat berlindung dari ancaman awan panas. Penjelasan dari pemandu mengenai peristiwa erupsi dan besarnya kekuatan alam menumbuhkan kesadaran bahwa manusia memiliki keterbatasan di hadapan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Dari lokasi tersebut, rombongan juga dapat menyaksikan kemegahan Gunung Merapi dari jarak yang relatif dekat, menghadirkan perpaduan antara keindahan alam dan pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana.

Siti Erwiyanti mengajak seluruh pengurus untuk menjadikan rangkaian kunjungan tersebut sebagai sarana refleksi bersama. Menurutnya, Museum Sisa Hartaku, Petilasan Mbah Marijan, dan Bunker Kaliadem bukan hanya destinasi sejarah, tetapi juga ruang pembelajaran tentang nilai-nilai kehidupan. Dari ketiga tempat tersebut, para pengurus diajak memahami arti keteguhan, keberanian, kepedulian, kesiapsiagaan, serta pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Kunjungan ini juga mempererat kebersamaan antarpengurus PD HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro. Selama perjalanan, mereka saling berbagi pengalaman, berdiskusi mengenai program-program organisasi, serta memperkuat komitmen untuk terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Siti Erwiyanti berharap pengalaman tersebut tidak hanya menjadi kenangan perjalanan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dalam menjalankan pengabdian kepada organisasi dan masyarakat. Dengan semangat pantang menyerah, rasa syukur, serta kepedulian yang semakin kuat, seluruh pengurus diharapkan mampu membawa nilai-nilai yang dipetik dari lereng Merapi ke dalam setiap langkah perjuangan HIMPAUDI demi kemajuan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Bojonegoro.



Sabtu, 25 Juli 2026

Kolaborasi Lintas Sektor Membangun Literasi: HIMPAUDI Bojonegoro Siapkan 1.000 Buku untuk Negeri

 Dalam upaya memperkuat budaya literasi sejak usia dini, Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah HIMPAUDI Bojonegoro berencana menjalin kerja sama lintas sektor bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini melalui gerakan literasi yang berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut diawali dari diadakannya Pelatihan Menulis Buku Cerita Bergambar yang dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2026 di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi para pendidik PAUD untuk mengembangkan kreativitas sekaligus meningkatkan kompetensi dalam menghasilkan bahan bacaan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak usia dini.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber istimewa, Nono Warnono, penulis legendaris asal Bojonegoro yang telah banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan dunia literasi. Melalui pengalaman dan kepiawaiannya dalam menulis, beliau membagikan berbagai teknik menyusun cerita yang menarik, membangun imajinasi anak, serta menyampaikan nilai-nilai karakter melalui buku cerita bergambar yang sederhana namun bermakna.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Para guru tidak hanya memperoleh materi tentang teknik menulis, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menuangkan ide, menyusun alur cerita, merancang karakter, hingga menghasilkan naskah buku cerita bergambar yang siap dikembangkan menjadi karya nyata. Pelatihan ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan semangat berkarya di kalangan pendidik PAUD Bojonegoro.

Bagi HIMPAUDI Bojonegoro, guru bukan hanya berperan sebagai pendidik di dalam kelas, tetapi juga sebagai pencipta sumber belajar yang mampu menginspirasi anak-anak. Oleh karena itu, kemampuan menulis menjadi salah satu kompetensi yang perlu terus dikembangkan agar guru mampu menghadirkan bahan bacaan yang dekat dengan kehidupan anak, sarat nilai budaya lokal, serta mendukung pembelajaran yang menyenangkan.
Melalui rencana kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro ini, HIMPAUDI berharap gerakan literasi tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh satuan PAUD di Kabupaten Bojonegoro. Sinergi ini diharapkan mampu memperkaya koleksi bacaan anak sekaligus meningkatkan minat membaca sejak usia dini sebagai fondasi lahirnya generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan tersebut, HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro menargetkan lahirnya ratusan karya buku cerita bergambar hasil tulisan para guru PAUD. Karya-karya tersebut akan dihimpun, diseleksi, dan diterbitkan sebagai bagian dari kontribusi nyata organisasi dalam mendukung Gerakan Literasi Daerah serta memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten Bojonegoro.

Puncak dari gerakan ini adalah komitmen HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro untuk menyerahkan 1.000 buku kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada peringatan Hari Ulang Tahun HIMPAUDI yang ke-21. Donasi tersebut menjadi simbol dedikasi para pendidik PAUD dalam membangun budaya membaca sekaligus wujud nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mampu melahirkan program yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Melalui semangat gotong royong dan inovasi, HIMPAUDI Bojonegoro terus menunjukkan perannya sebagai organisasi profesi yang tidak hanya berjuang meningkatkan kualitas pendidik, tetapi juga turut mengambil bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui gerakan literasi.

Sinergi HIMPAUDI dan Disdukcapil Mewujudkan Tertib Administrasi Kependudukan Anak Usia Dini di Bojonegoro

 

Kolaborasi antara Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bojonegoro menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mendukung tertib administrasi kependudukan di lingkungan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI). Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap anak usia dini memperoleh hak-hak sipilnya melalui kepemilikan dokumen administrasi kependudukan yang lengkap dan sah.

Administrasi kependudukan merupakan fondasi penting dalam menjamin terpenuhinya hak-hak dasar setiap warga negara, khususnya anak usia dini. Melalui sinergi ini, HIMPAUDI berperan sebagai mitra pemerintah dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta fasilitasi kepada satuan PAUD dan orang tua agar semakin sadar akan pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan sejak dini.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bojonegoro dengan Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro. Penandatanganan dilaksanakan bertepatan dengan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) ke-2 HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro pada tanggal 25 Juli 2026 di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Dokumen kerja sama ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bojonegoro bersama Ketua Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro sebagai bentuk kesepakatan untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan bagi keluarga peserta didik di seluruh satuan PAUD yang tergabung dalam HIMPAUDI.

Momentum bersejarah tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Wakil Bupati Bojonegoro, serta Bunda PAUD Kabupaten Bojonegoro. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bukti kuat dukungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terhadap upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan berpihak kepada kepentingan anak.

Melalui kerja sama ini, berbagai program akan dikembangkan secara berkelanjutan, di antaranya pendataan administrasi kependudukan peserta didik, percepatan kepemilikan akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), serta sosialisasi pentingnya tertib administrasi kependudukan kepada orang tua dan pendidik PAUD. Dengan demikian, setiap anak diharapkan memperoleh akses yang lebih mudah terhadap berbagai layanan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

Kolaborasi antara HIMPAUDI dan Disdukcapil Kabupaten Bojonegoro diharapkan menjadi contoh sinergi yang efektif antara organisasi profesi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Semangat gotong royong dan komitmen bersama ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan generasi anak Bojonegoro yang terlindungi hak-hak sipilnya, sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola administrasi kependudukan yang tertib, akurat, dan berkelanjutan.

Menguatkan Sinergi, Mewujudkan Transformasi: Kiprah RAKERDA Ke-2 HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro


Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Ke-2 Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro diselenggarakan pada hari Sabtu, 25 Juli 2026, di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Mengusung tema "Sinergi HIMPAUDI Wujudkan Kepemimpinan yang Adaptif dan Transformatif Menuju Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan," kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus menyusun arah kebijakan yang mampu menjawab tantangan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Bojonegoro.

RAKERDA Ke-2 menjadi forum strategis bagi seluruh jajaran pengurus untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja, menyusun rencana kerja organisasi, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen HIMPAUDI sebagai organisasi profesi yang terus berupaya meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini melalui kolaborasi, inovasi, dan kepemimpinan yang adaptif.
Sebagai rangkaian kegiatan, dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bojonegoro dengan Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro mengenai pelayanan administrasi kependudukan bagi anak usia dini. Selain itu, peserta juga mengikuti pelatihan pembuatan buku cerita bergambar yang bertujuan meningkatkan kompetensi pendidik PAUD dalam mengembangkan media pembelajaran kreatif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak.

Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Wakil Bupati Bojonegoro, Bunda PAUD Kabupaten Bojonegoro, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bojonegoro, Ketua PW HIMPAUDI Jawa Timur, serta Ketua Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro (PSJB) yang menjadi narasumber dalam pelatihan pembuatan buku cerita bergambar.

Dalam laporannya, Ketua Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro, Siti Erwiyanti, menyampaikan bahwa RAKERDA Ke-2 diikuti oleh seluruh Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro dan seluruh Ketua Pengurus Cabang HIMPAUDI Kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro yang masing-masing didampingi dua orang pengurus. Dengan demikian, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 95 orang. Menurutnya, RAKERDA merupakan momentum untuk memperkuat koordinasi organisasi, membangun sinergi dengan pemerintah daerah, serta meningkatkan kompetensi pendidik melalui berbagai program pengembangan profesional.

Siti Erwiyanti juga menegaskan bahwa penandatanganan nota kesepahaman dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan langkah nyata HIMPAUDI dalam mendukung pemenuhan hak-hak dasar anak. Melalui kerja sama tersebut diharapkan pelayanan administrasi kependudukan bagi anak usia dini dapat semakin mudah, cepat, dan menjangkau seluruh satuan PAUD di Kabupaten Bojonegoro.

Di bidang peningkatan mutu pendidik, pelatihan pembuatan buku cerita bergambar menjadi salah satu inovasi yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Melalui pelatihan ini, para guru dibekali keterampilan menyusun bahan ajar berbasis cerita yang mampu menumbuhkan budaya literasi, mengembangkan imajinasi anak, serta menanamkan nilai-nilai karakter melalui media yang menyenangkan.

Dalam sambutannya, Bunda PAUD Kabupaten Bojonegoro Cantika wahono menyampaikan apresiasi atas dedikasi HIMPAUDI dalam memajukan pendidikan anak usia dini. Beliau menegaskan bahwa masa usia dini merupakan fondasi pembentukan karakter dan kualitas sumber daya manusia sehingga diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat, dan organisasi profesi agar setiap anak memperoleh layanan pendidikan terbaik.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan bahwa kolaborasi antara HIMPAUDI dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro merupakan langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus pemenuhan hak-hak anak melalui pelayanan administrasi kependudukan. Beliau berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan.

RAKERDA Ke-2 Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro menjadi bukti bahwa organisasi yang kuat lahir dari sinergi, kolaborasi, dan semangat untuk terus berinovasi. Melalui evaluasi program, penguatan kemitraan dengan pemerintah, peningkatan kompetensi pendidik, dan komitmen seluruh pengurus, HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro optimis mampu terus berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini serta melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan.

Minggu, 19 Juli 2026

Di balik penantian pengakuan dan kesetaraan, kami rayakan Hari Anak Nasional

 

Oleh : Setia Rini, S.Pd
(Bidang LITBANG PD HIMPAUDI Bojonegoro)

Hari Anak Nasional merupakan momentum yang sangat bermakna untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, bermain, dan berkembang secara optimal. Di balik tawa dan keceriaan anak-anak, terdapat tanggung jawab besar yang dipikul oleh para pendidik, orang tua, masyarakat, serta pemerintah untuk memastikan terpenuhinya hak-hak mereka sejak usia dini. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi fondasi utama dalam membangun generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, sehat, dan berdaya saing.

Bagi keluarga besar HIMPAUDI, peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat akan amanah mulia yang diemban oleh ribuan pendidik PAUD di seluruh Indonesia. Dengan penuh kasih sayang, kesabaran, dan dedikasi, para pendidik hadir setiap hari mendampingi proses tumbuh kembang anak, menanamkan nilai-nilai karakter, serta membangun pondasi kecintaan terhadap belajar sejak usia emas. Pengabdian tersebut merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa.

Namun, di balik semangat dan pengabdian yang tidak pernah surut, masih terdapat harapan yang terus diperjuangkan oleh para pendidik PAUD nonformal, yaitu terwujudnya kesetaraan dalam pengakuan, perlindungan, dan kesejahteraan. Kesetaraan bukanlah sekadar tuntutan, melainkan bentuk penghargaan yang layak atas kontribusi nyata para pendidik yang telah menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan anak-anak Indonesia sejak usia dini.

Momentum Hari Anak Nasional menjadi saat yang tepat untuk merefleksikan bahwa kualitas layanan pendidikan anak tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan dan kepastian bagi para pendidiknya. Anak-anak yang memperoleh layanan pendidikan berkualitas lahir dari tangan-tangan pendidik yang bekerja dengan hati, memperoleh dukungan yang memadai, serta mendapatkan penghargaan yang setara atas profesi yang dijalankannya.

Saat ini, keluarga besar HIMPAUDI menaruh harapan besar terhadap keputusan pemerintah mengenai kebijakan kesetaraan bagi pendidik PAUD. Harapan tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, melainkan demi terciptanya sistem pendidikan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. Kesetaraan diharapkan mampu memperkuat motivasi para pendidik dalam memberikan layanan terbaik bagi seluruh anak Indonesia.

Sambil menanti keputusan tersebut, semangat pengabdian tidak pernah surut. Para pendidik tetap hadir di ruang-ruang belajar, menyambut anak-anak dengan senyum, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, serta membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh cinta. Dedikasi ini menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap anak selalu menjadi prioritas utama di atas segala keterbatasan.

Peringatan Hari Anak Nasional juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, dunia usaha, masyarakat, dan keluarga dalam membangun ekosistem pendidikan anak usia dini yang berkualitas. Dukungan kebijakan yang berpihak kepada anak harus berjalan beriringan dengan kebijakan yang memberikan perhatian kepada para pendidik sebagai pelaksana utama layanan pendidikan di lapangan.

Keluarga besar HIMPAUDI percaya bahwa pemerintah memiliki komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini melalui berbagai kebijakan yang berpihak kepada anak dan tenaga pendidik. Oleh karena itu, seluruh insan HIMPAUDI memilih untuk terus mengedepankan semangat optimisme, menjaga persatuan, serta mengawal setiap proses kebijakan dengan cara yang santun, konstruktif, dan penuh harapan.

Di Hari Anak Nasional ini, mari kita rayakan kebahagiaan anak-anak Indonesia dengan penuh sukacita, sembari memanjatkan doa dan harapan agar keputusan mengenai kesetaraan bagi pendidik PAUD segera menghadirkan kabar baik. Semoga setiap langkah perjuangan yang dilakukan dengan niat tulus demi kemajuan pendidikan anak usia dini memperoleh hasil terbaik, sehingga kesejahteraan pendidik dan masa depan anak-anak Indonesia dapat tumbuh bersama dalam semangat keadilan, kasih sayang, dan kemajuan bangsa.