Selasa, 24 Februari 2026

MUHASABAH DIRI DI BULAN YANG SUCI

 


Irnawati, S.Pd

Bulan suci Ramadhan 1447 H kembali hadir sebagai anugerah besar dari Allah SWT yang patut kita syukuri. Tidak semua orang diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan penuh rahmat ini. Karena itu, Ramadhan hendaknya kita jadikan sebagai momentum perubahan diri, bukan sekadar rutinitas tahunan. Inilah waktu terbaik untuk berhenti sejenak, menata hati, dan memperbaiki arah hidup agar lebih bermakna.

Ramadhan adalah sekolah kehidupan yang mengajarkan banyak pelajaran berharga. Melalui puasa, kita belajar menahan diri, bersabar, dan mengendalikan hawa nafsu. Kita dilatih untuk jujur, disiplin, serta mampu menjaga lisan dan perilaku. Nilai-nilai ini tidak hanya penting selama Ramadhan, tetapi juga harus terus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari setelah bulan suci berlalu.

Di bulan ini, kita diajak untuk lebih peka terhadap kondisi sesama. Rasa lapar dan dahaga yang kita rasakan menjadi pengingat bahwa masih banyak saudara kita yang hidup dalam kekurangan. Oleh karena itu, Ramadhan harus melahirkan pribadi yang peduli, ringan berbagi, serta gemar menolong. Kepedulian sosial adalah wujud nyata dari iman yang hidup di dalam hati.

Selain itu, Ramadhan juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat. Kebersamaan dalam berbuka, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta menjaga silaturahmi adalah bagian dari ibadah. Momentum ini perlu kita manfaatkan untuk memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang, serta menumbuhkan kasih sayang di antara sesama.

Yang terpenting, Ramadhan adalah waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. D            engan memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa, kita berharap hati menjadi lebih tenang dan bersih. Kedekatan dengan Allah akan menuntun kita pada kehidupan yang penuh keberkahan dan ketenteraman.

Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Tinggalkan kebiasaan buruk, perbaiki akhlak, dan tingkatkan kualitas ibadah. Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa meninggalkan jejak kebaikan dalam diri kita. Semoga setiap amal yang kita lakukan menjadi bekal untuk kehidupan dunia dan akhirat.

Semoga Allah SWT menerima ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita hamba yang bertakwa. Jadikanlah Ramadhan 1447 H sebagai awal perjalanan menuju hidup yang lebih bermakna, penuh kepedulian, dan semakin dekat kepada-Nya. Aamiin.

            Penulis Adalah Ketua Bidang Kasosek PD HIMPAUDI Bojonegoro 2024-2028