Senin, 16 Maret 2026

Babak ahir Inspirasi dan literasi digital Ramadhan 1447 H, Pengurus Daerah HIMPAUDI Bojonegoro usung tema Storytelling Kreatif bagi Pendidik Anak Usia Dini, BLSDMP Komdigi Surabaya beri apresiasi.


Dokumentasi zoom meeting hari ini

Bojonegoro, 16 Maret 2026

Kegiatan Inspirasi dan Literasi Digital Ramadhan 1447 H dengan tema “Storytelling Kreatif bagi Pendidik Anak Usia Dini” dilaksanakan pada Senin, 16 Maret 2026 melalui virtual Zoom Meeting. Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara PD HIMPAUDI Bojonegoro bersama Relawan TIK Bojonegoro sebagai upaya meningkatkan kapasitas literasi digital para pendidik PAUD di era perkembangan teknologi. Acara ini turut dihadiri oleh Bagus Winarko, S.Kom., MT., selaku PLT BLSDM Komdigi Surabaya dari BPSDM Komdigi RI, serta menghadirkan narasumber inspiratif yang dikenal sebagai sahabat para pendidik dan Bunda PAUD Bojonegoro, yaitu Eko Sugiono yang akrab disapa Coach Eko.

Dalam sambutannya, Bapak Bagus menyampaikan apresiasi yang tinggi atas sinergi yang terbangun antara berbagai pihak dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan harus dipahami dan dikuasai agar dapat dimanfaatkan secara bijak. Teknologi memiliki banyak sisi positif yang dapat mendukung proses pembelajaran, namun juga perlu disikapi dengan literasi yang baik agar terhindar dari dampak negatifnya. Sementara itu, Ketua PD HIMPAUDI Bojonegoro, Siti Erwiyanti, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, khususnya BPSDM Komdigi RI, Bunda PAUD Bojonegoro, Dinas Pendidikan, Relawan TIK, serta seluruh laskar HIMPAUDI Bojonegoro yang terus berkomitmen memajukan kualitas pendidik anak usia dini.

Kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh para pendidik PAUD dari berbagai kecamatan di Bojonegoro. Para peserta mengikuti rangkaian acara secara daring dengan semangat untuk menambah wawasan dan keterampilan baru, khususnya dalam mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan bagi anak usia dini.

Pada sesi materi utama, Coach Eko Sugiono menyampaikan pentingnya storytelling sebagai metode pembelajaran yang efektif dalam dunia pendidikan anak usia dini. Menurutnya, cerita memiliki kekuatan untuk membangun imajinasi, menanamkan nilai-nilai karakter, serta meningkatkan kemampuan bahasa anak secara alami dan menyenangkan.

Coach Eko juga mengajak para pendidik untuk lebih kreatif dalam menyampaikan cerita kepada anak-anak. Tidak hanya dengan membaca buku cerita, tetapi juga memanfaatkan berbagai media seperti boneka tangan, gambar digital, video sederhana, maupun ekspresi dan intonasi suara yang menarik agar anak-anak semakin terlibat dalam alur cerita.

Seperti magic, berikut hasil karya salah satu peserta yang dikerjakan dalam waktu 5 menit

Dalam pemaparannya, beliau juga menyinggung pentingnya memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pendukung storytelling. Di era digital saat ini, pendidik dapat menggunakan berbagai platform dan aplikasi untuk membuat cerita yang lebih menarik, interaktif, dan mudah diakses oleh anak-anak maupun orang tua.

Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam menerapkan storytelling di kelas masing-masing. Diskusi yang berlangsung hangat ini menunjukkan bahwa para pendidik memiliki semangat besar untuk terus belajar dan berinovasi demi memberikan pengalaman belajar terbaik bagi anak-anak.

Melalui kegiatan literasi digital ini, diharapkan para pendidik PAUD tidak hanya memahami teknologi sebagai alat, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak dan kreatif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, teknologi dapat menjadi sarana untuk memperkaya metode mengajar tanpa menghilangkan sentuhan kasih sayang dan interaksi langsung yang sangat penting bagi anak usia dini.

Momentum Ramadhan 1447 H juga menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang penanaman nilai-nilai kebaikan, empati, dan akhlak mulia kepada anak-anak sejak dini. Storytelling menjadi salah satu cara yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan moral tersebut dengan cara yang ringan dan menyenangkan.

Di akhir kegiatan, para peserta merasa mendapatkan inspirasi baru untuk mengembangkan kreativitas dalam mengajar. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah berbagi ilmu, pengalaman, dan inovasi di kalangan pendidik PAUD.

Melalui kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak, diharapkan gerakan literasi digital bagi pendidik anak usia dini di Bojonegoro dapat terus berkembang. Semangat belajar, berkolaborasi, dan berinovasi menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi masa depan yang cerdas, kreatif, dan berkarakter.